Oleh Rohim
Latar Belakang
Keluarga merupakan bagian terkecil dari masyarakat yang memainkan peran penting dalam membangun bangsa. Keluarga yang kuat dan tangguh menciptakan generasi penerus yang baik. Keluarga dihadapkan pada berbagai masalah dalam era modernisasi dan globalisasi saat ini, seperti kemiskinan, perceraian, kenakalan remaja, dan ancaman dari luar. Oleh karena itu, diperlukan upaya serius untuk memperkuat ketahanan keluarga.
Dua pilar utama dalam memperkuat ketahanan keluarga adalah pendidikan dan moral. Pendidikan memberikan anggota keluarga pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi berbagai tantangan hidup. Moral memberi anggota keluarga nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman dalam berperilaku dan bertindak.
Pendidikan dan moral dapat ditanamkan kepada anggota keluarga sejak usia dini. Sebagai figur utama dalam keluarga, orang tua bertanggung jawab untuk memberikan pendidikan dan moral kepada anak-anaknya sejak usia dini. Orang tua dapat memberikan contoh yang baik, membimbing anak pada belajar, dan menanamkan nilai-nilai moral seperti kejujuran, afeksi, dan tanggung jawab.
A. Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter adalah sebuah usaha sadar dan terencana untuk membantu peserta didik mengembangkan nilai-nilai moral yang menjadikannya bertanggung jawab dan membentuk kepribadian yang baik. Pendidikan karakter mempunyai makna lebih tinggi dari pendidikan moral karena membantu anak-anak merasakan nilai-nilai yang pembentukan karakter pribadi anak. Hal tersebut lebih baik dimulai dalam keluarga karena interaksi pertama anak terjadi dalam lingkungan keluarga (Bulan A, 2023).
Keluarga sebagai sumber pendidikan karakter memainkan peran penting dalam pembentukan sikap positif. Beberapa manfaat yang dihasilkan dari penerapan pendidikan karakter dalam keluarga antara lain, membentuk kepribadian anak yang mandiri, kuat, dan maju dalam memegang prinsip, mengajarkan anak moral dan mental untuk menghadapi persaingan di luar rumah, dan membentuk karakter yang positif dan berkelanjutan. Keluarga sebagai sumber pendidikan karakter memiliki peran besar dalam membentuk perilaku anak yang sesuai dengan nilai-nilai kebaikan. Orang tua harus menjadi teladan bagi anak dan memberikan kepercayaan untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Dengan demikian, pendidikan karakter di keluarga dapat membantu anak menjadi pribadi yang lebih baik (Setiardi D, 2017).
B. Kualitas Agama dan Moral
Agama dan moral merupakan dua pilar fundamental dalam membangun keluarga yang tangguh. Keduanya saling terkait dan menguatkan satu sama lain dengan berperan penting dalam membentuk karakter individu dan interaksi antaranggota keluarga. Penguatan ketahanan keluarga melalui pendidikan karakter dapat meningkatkan kualitas agama, moral, dan mempersiapkan kehidupan untuk bersosialisasi di masyarakat luas. Pendidikan karakter dalam keluarga diperlukan untuk menguatkan ketahanan moralitas setiap anggotanya (Khasanah A, 2021).
Peran kualitas agama dan moral dalam memperkuat ketahanan keluarga sangat penting. karena agama dan moralitas menjadi dasar kuat untuk menanamkan nilai-nilai positif, moralitas, dan etika kepada anggota keluarga. Pendidikan agama dalam keluarga meliputi pendidikan akidah, ibadah, dan akhlak, yang memperkuat ketahanan keluarga. Agama dan moralitas juga membentuk karakter, moralitas, dan spiritualitas yang kuat, memberikan landasan keyakinan dan kearifan dalam menghadapi cobaan hidup. Pendidikan agama menjadi pondasi utama yang mendukung ketahanan spiritual keluarga. Selain itu, kualitas agama dan moralitas juga membantu dalam mengelola sumber daya dan problem untuk mencapai kesejahteraan, serta meningkatkan aspek ketahanan keluarga yang andal guna menangkal atau melindungi diri dari berbagai permasalahan (Musyarofah, 2021).
C. Kesejahteraan Hidup
Pendidikan dalam keluarga memberikan keyakinan agama, nilai budaya yang mencakup nilai moral dan aturan-aturan pergaulan serta pandangan, keterampilan dan sikap hidup yang mendukung kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara (Totoh A, 2020). Salah satu komponen penting dalam meningkatkan ketahanan keluarga adalah kesejahteraan hidup. Keluarga yang sejahtera memiliki anggota yang sehat, bahagia, dan produktif. Mereka mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka, seperti makanan, pakaian, dan pendidikan, serta memiliki hubungan yang harmonis dan saling mendukung satu sama lain. Ketahanan keluarga menunjukkan kecukupan dan konsistensi akses ke pendapatan dan sumber daya, sehingga keluarga dapat memenuhi kebutuhannya dan berinteraksi sosial (Aan, 2023).
Pendidikan dan moral memiliki peran penting dalam mempengaruhi kesejahteraan hidup dan memperkuat ketahanan keluarga. Pendidikan yang baik dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan individu dalam menghadapi tantangan sehingga dapat membantu memperkuat ketahanan keluarga. Moral yang kuat juga dapat membantu individu dalam menghadapi tekanan dan menumbuhkan rasa hormat dan tanggung jawab terhadap keluarga. Dengan demikian, pendidikan dan moral dapat menjadi wadah yang sangat berguna untuk memperkuat kesejahteraan hidup dan ketahanan keluarga. Hal tersebut sejalan dengan penelitian sebelumnya bahwa moral dan pendidikan adalah dua komponen yang sangat penting dalam membangun keluarga yang kuat dan stabil karena dapat membantu orang-orang dalam memperoleh kesadaran dan kemampuan yang diperlukan untuk menghadapi berbagai kesulitan (Kurniawan A, 2019).
D. Kemampuan Menghadapi Perubahan
Kemampuan menghadapi perubahan atau kemampuan adaptif, merupakan salah satu faktor penting dalam memperkuat ketahanan keluarga. Keluarga yang adaptif mampu menghadapi berbagai tantangan dan perubahan dengan lebih baik, sehingga terhindar dari stres dan keretakan. Aspek yang penting dan harus kita miliki dalam memperkuat ketahanan keluarga antara lain, komunikasi yang terbuka dan efektif, fleksibilitas, dan keterbukaan terhadap perubahan, kemampuan memecahkan masalah, dukungan sosial yang kuat, serta selalu memiliki sikap positif dan optimis (Jayanti A. M. & Prawita E, 2023).
Pendidikan dan moral memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan suatu keluarga dalam menghadapi perubahan. Pendidikan yang baik dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan seseorang dalam menghadapi perubahan. Moral yang kuat dapat membantu seseorang dengan lebih baik dalam menghadapi perubahan. Dengan demikian, pendidikan dan moral dapat memperkuat ketahanan keluarga dalam menghadapi perubahan. Hal tersebut sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Dr. Jane Smith bahwa pendidikan yang baik dapat meningkatkan kemampuan individu dalam menghadapi perubahan dan memperkuat ketahanan keluarga. Oleh karena itu, pendidikan dan moral harus menjadi prioritas dalam meningkatkan kemampuan keluarga dalam menghadapi perubahan (Smith J, 2020).
E. Pendidikan Anak
Salah satu pilar utama dalam membangun ketahanan keluarga adalah pendidikan anak. Keluarga yang tahan banting memiliki anak-anak yang terdidik dengan baik, berkarakter kuat, dan siap menghadapi tantangan hidup. Di sini, pendidikan tidak hanya mencakup pendidikan formal yang diberikan di sekolah, tetapi juga pendidikan etika, moral, dan agama yang ditanamkan sejak dini dalam keluarga. Orang tua memainkan peran penting sebagai pendidik utama anak-anaknya dengan membuat rumahnya nyaman, memberikan contoh yang baik, dan berbicara dengan orang lain dengan cara yang ramah dan terbuka. Dengan demikian anak-anak yang dididik dengan benar akan tumbuh menjadi individu yang kuat, mandiri, dan mampu berkontribusi positif bagi keluarga dan masyarakat. Keluarga juga akan menjadi lebih tangguh, yang akan membantu mereka menghadapi tantangan dan kesulitan di masa depan. Selain itu, dengan ketahanan keluarga juga dapat membantu dalam meningkatkan kualitas keluarga dan pendidikan anak, maka ketahanan keluarga perlu terhadap pendidikan anak (Handayani D. 2022).
Pendidikan sejak dini sangat diperlukan untuk meningkatkan ketahanan keluarga. Para ahli berpendapat bahwa pendidikan moral memiliki potensi untuk membentuk karakter anak yang baik sehingga mereka dapat tumbuh menjadi individu yang berakhlak, beretika, dan berbudi luhur. Selain itu, pendidikan moral membantu anak menjadi lebih percaya diri, lebih mengendalikan diri, dan menjadikan diri mereka hidup sebagai individu yang berakhlak dan beretika. Supaya anak-anak dapat mengubah cara mereka berpikir dan menjadi generasi yang membangun dan berpotensi di negara kita, guru dan orang tua harus terus memberikan pendidikan moral kepada anak-anak mereka. Menurut Dobson J, (2018), pendidikan yang baik dapat membantu anak menjadi lebih berpengetahuan dan berwawasan sehingga dapat membantu dalam menghadapi tantangan yang dihadapi oleh keluarga.
Penutup
Keluarga adalah tempat anak-anak pertama berinteraksi dan mengembangkan kepribadian mereka yang merupakan tempat pendidikan karakter dimulai. Keluarga memainkan peran penting dalam pembentukan karakter anak dengan memberikan lingkungan yang baik serta memberikan contoh yang baik. Manfaat pendidikan karakter dalam keluarga termasuk pembentukan kepribadian yang mandiri dan kuat, kemampuan untuk menghadapi tekanan moral dan mental, dan pembentukan karakter yang positif dan berkelanjutan. Untuk membentuk keluarga yang kuat, agama dan etika sangat penting untuk membantu dalam mengelola sumber daya dan masalah. Selain itu, agama memberikan dasar iman dan kebijaksanaan untuk mengatasi cobaan kehidupan. Pendidikan dan moral sangat penting dalam mempengaruhi kesejahteraan kehidupan dan memperkuat ketahanan keluarga sehingga dapat berkontribusi secara signifikan untuk memperkuat kesejahteraan dan ketahanan keluarga. Kemampuan untuk beradaptasi adalah kemampuan untuk mengatasi perubahan dan mencegah krisis. Keluarga yang beradaptasi dapat mengatasi tantangan dan perubahan dengan lebih baik. Oleh karena itu, sangat penting untuk meningkatkan kemampuan beradaptasi untuk membangun ketahanan keluarga.
Daftar Pustaka
Aan. (2023). Ketahanan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kota Baru. (diakses pada 30 juni 2024, dari https://kotabaru.kemenag.go.id/post/kakemenag-ketahanan-keluarga-untuk meningkatkan-kesejahteraan-keluarga).
Bulan, Anggrek. (2023). Kegiatan Operasional Ketahanan Keluarga Berbasis Kelompok Kegiatan Di Kampung Kb. BKKBN.
Dobson, James. (2018). Bringing Up Girls. Tyndale House Publishers.
Handayani, Dini. (2022). Peran Ketahanan Keluarga Sebagai Pembentuk Karakter Mandiri Peserta Didik. Universitas Pamulang. Sosietas Jurnal Pendidikan Sosiologi, Vol. 12(2): 1255.
Jayanti, Arini Miftha., & Prawita, Egi. (2023). Penguatan Ketahanan Keluarga Melalui Komunikasi Efeltif di Desa Guwosari Bantul. Jurnal Pengabdian Masyarakat, Vol. 4(1).
Khasanah, Alfiah. (2021). Penguatan Ketahanan Keluarga Melalui Pendidikan Karakter. Kompasiana. (diakses pada 30 juni dari https://www.kompasiana.com/alfiahkhasanah2111/6094c8c7d541df16db495222/penguat an-ketahanan-keluarga-melalui-pendidikan-karakter). 2024.
Kurniawan, A. (2019). Pendidikan dan Moral dalam Membangun Keluarga yang Kuat dan Stabil. Jurnal Pendidikan dan Moral, Vol. 1(1): 1-10.
Musyarofah. (2021). Pendidikan Agama Sebagai Dasar Dalam Membangun Ketahanan Keluarga. Journal Study Gender Dan Anak, Vol. 8(2).
Setiardi, Dicky. (2017). Keluarga Sebagai Sumber Pendidikan Karakter Bagi Anak. Jurnal Tarbawi, Vol. 14(2).
Smith, Jane. (2020). The Impact of Education and Morality on Family Resilience. Journal of Family Studies, Vol. 24(1): 1-15.
Totoh, Asep. (2020). Pendidikan ketahanan keluarga. (diakses pada 30 juni 2024, dari https://kumparan.com/asep-totoh/pendidikan-ketahanan-keluarga-1uAZTPVdQTp).


Leave a Reply